Banyak Peserta Lulus SNMPTN Malah Mengambil Sekolah Kedinasan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 19 2021
No Comments
Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPT), Mohammad Nasih, tentang Minat Masuk Perguruan Tinggi Negeri

Banyak Peserta Lulus SNMPTN Malah Mengambil Sekolah Kedinasan

Banyak Peserta Lulus SNMPTN Malah Mengambil Sekolah Kedinasan

Foto : Foto: Istimewa
Mohammad Nasih
A   A   A   Pengaturan Font
Proses penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri (PTN) 2021 jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer Sementara-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) 2021 resmi digelar.

 

Sekolah dan siswa sudah dapat membuat akun Lembaga Tes Masuk Per­guruan Tinggi (LTMPT) pada laman portal.ltmpt.ac.id se­jak 4 Januari 2021 hingga 1 Febru­ari 2021.

Tidak sedikit peserta yang lulus baik seleksi SNMPTN atau UTBK-SBMPTN tidak melanjutkan proses pendaftaran di universitas. Hal itu berdampak pada kosongnya kursi di perguruan tinggi tersebut. Pada­hal, kekosongan tersebut bisa diisi peserta yang berminat.

Untuk mengupas terkait per­siapan seleksi masuk perguruan tinggi negeri, Koran Jakarta me­wawancarai Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPT), Mohammad Nasih. Beri­kut petikan wawancaranya.

‘Bisa Anda jelaskan alasan pe­serta lulus SNMPTN atau UTBK-SBMPTN tidak melanjutkan proses berikutnya?

Selama ini banyak siswa yang ikut SNMPTN, dan dinyatakan lulus, justru tidak jadi masuk PTN karena memilih mengikuti proses di sekolah kedinasan. Banyak siswa juga sekadar ingin memanfaatkan nilai UTBK-SBMPTN se­bagai syarat masuk sekolah kedinasan.

Apa dampak dari hal tersebut bagi peserta lain?

Situasi ini me­rugikan peserta lain. Kasihan kalau nanti sudah diterima kemudian keluar. Kami tidak bisa menggan­tikannya dan atau kawan-kawan yang sebenarnya bisa dimasukkan itu ke­mudian berakibat gagal.

Tentu kami merasa dirugikan di perguruan tinggi, karena di saat sudah masuk, ternyata kami ditinggal pergi begitu saja, sehingga akan berdampak pada proses lanjutannya.

Bagaimana LT­MPT mengantisipasi hal tersebut?

LTMPT mener­bitkan kebijakan untuk tidak memberikan nilai UTBK-SBMPTN bagi sekolah kedinasan pada 2021. Tidak ada nilai UTBK yang bisa kita kirimkan untuk yang bersangkutan, ke seko­lah kedinasan tersebut. Dengan be­gitu, sekolah kedinasan juga tidak akan meminta persyaratan nilai UTBK-SBMPTN.

Apakah ada imbauan bagi siswa yang hendak melanjut­kan ke sekolah kedinasan, tapi mendaftar juga di SNMPTN atau UTBK-SBMPTN?

Kami harap yang bersangkut­an tidak mengikuti SNMPTN atau UTBK-SBMPTN. Sebab, siswa tersebut hanya akan menutup kesempatan peserta lain yang benar-benar ingin masuk PTN. Jadi, ada pengertian sedikit dari kawan-kawan yang inginnya di kedinasan tidak perlu ambil SNMPTN, kasihan mereka yang lainnya.

Imbauan serupa juga berlaku bagi siswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Pasalnya, jika mereka mendaftar dan dinyata­kan diterima, kemudian tidak jadi mengambil bangku tersebut, maka sama saja menutup kesempatan peserta lain.

Apakah nanti akan disertakan juga sekolah kedinasan dalam SNMPTN atau UTBK-SBMPTN?

Kami berencana menyertakan sekolah kedinasan dalam SNMPTN maupun UTBK-SBMPTN. Ini tentu akan sangat bagus untuk di tahun 2022, insya Allah. Kalau perkem­bangannya cukup menggembira­kan di tahun ini.

Saya pikir Sekolah Tinggi Akun­tansi Negara (STAN) pun akan kita ajak untuk ikut SNMPTN. Begitu juga kedinasan, juga kita ajak untuk ikut SNMPTN dan SBMPTN.

n muhamad ma’rup/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment