Bakamla Usir Kapal Survei Tiongkok dari Selat Sunda | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 27 2021
No Comments
Pelanggaran Kedaulatan

Bakamla Usir Kapal Survei Tiongkok dari Selat Sunda

Bakamla Usir Kapal Survei Tiongkok dari Selat Sunda

Foto : DOK FOTO: HUMAS BAKAMLAI
KAPAL SURVEI TIONGKOK I Kapal Survei Xiang Yang Hong 03 berbendera Tiongkok yang memasuki Selat Sunda dan diusir oleh Bakamla.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Badan Ke­amanan Laut (Bakamla) telah mencegat dan mengusir kapal survei milik Tiongkok yang memasuki perairan Selat Sun­da, Rabu (13/1) malam. Mere­ka mengeklaim menggunakan Hak Lintas Alur Kepulauan yang termuat dalam UNCLOS.

Kapal yang terdeteksi itu adalah kapal survei/research vessel Xiang Yang Hong 03 yang melaju dengan kecepatan 10,9 knots dan tengah menuju ke Barat Laut.

Kapal tersebut sengaja me­matikan automatic identifica­tion system (AIS) sebanyak tiga kali agar tidak terpantau ke­beradaanya.

AIS merupakan sistem lacak otomatis yang memberikan data tentang kapal, mulai dari posisi, waktu, haluan, dan ke­cepatan. Sistem ini mirip de­ngan Flightradar24 dalam transportasi udara.

Setiap kapal lokal dan asing yang berlayar di wilayah In­donesia wajib mengaktifkan AIS, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Per­hubungan Nomor PM 7 Tahun 2019 tentang Pemasangan dan Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis.

“Diketahui telah mematikan AIS saat berada di Laut Natuna Utara, Laut Natuna Selatan dan Selat Karimata,” ungkap Kabag Humas dan Protokol Bakamla Kolonel Wisnu Pramandita da­lam rilisnya, Kamis (14/1).

Mengetahui objek men­curigakan ini, Direktur Opera­si Laut Bakamla, Laksamana Pertama Suwito, memerintah­kan Letkol Anto Hartanto, ko­mandan KN Pulau Nipah 321, untuk melakukan pemeriksaan terhadap objek tersebut.

KN Pulau Nipah kemudian berlayar ke Selat Sunda pada pukul 09.30 pagi dan baru sampai empat jam sepuluh menit kemudian. Tiba di loka­si, KN Pulau Nipah mendapati kapal tersebut tengah menuju ke selatan dengan kecepatan 9 knots.

Jarak KN Pulau Nipah de­ngan kapal itu sekitar 40 Nm atau mil laut. KN Pulau Nipah kemudian meningkatkan kecepatan hingga 20 knots untuk mendekati objek. KN Pulau Nipah baru membuka komunikasi melalui sam­bungan radio setelah jarak kedua kapal 10 Nm pada pu­kul 20.00 WIB.

“Kapal ini memang bertolak dari Tiongkok menuju Samu­dera Hindia dan melewati per­airan Indonesia menggunakan Hak Lintas Alur Kepulauan se­suai dengan UNCLOS,” ungkap Wisnu.

Mengenai kematian AIS hingga tiga kali, kapal survei Xiang Yang Hong 03 mengaku hal itu disebabkan oleh keru­sakan sistem.

Meskipun telah mende­kati kapal survei Tiongkok, KN Pulau Nipah tidak berhasil melakukan pemeriksaan dan pendataan lebih lanjut karena terhalang cuaca buruk.

“KN Pulau Nipah 321 te­rus membayangi kapal survei Tiongkok hingga keluar dari (Zona Ekonomi Eksklusif Indo­nesia (ZEEI),” tulis Wisnu.

Setelah memantau hing­ga keluar dari ZEEI, KN Pulau Nipah bertolak ke wilayah Ke­pulauan Seribu untuk kembali bergabung dengan operasi SAR pencarian korban kecelakaan Sriwijaya Air. n SB/jon/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment