AS Catatkan Rekor 90 Ribu Kasus Covid-19 Per Hari | Koran Jakarta
Koran Jakarta | November 27 2020
No Comments
Pandemi Korona

AS Catatkan Rekor 90 Ribu Kasus Covid-19 Per Hari

AS Catatkan Rekor 90 Ribu Kasus Covid-19 Per Hari

Foto : AFP/JOHANNA GERON
Ursula von der Leyen
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON DC - Amerika Serikat (AS) mencatat rekor jumlah kasus virus korona pada Kamis (29/10) dengan melampaui angka 90.000 kasus dalam 24 jam. Rekor itu dilaporkan berdasarkan penghitungan dari Johns Hopkins University.

“Tercatat ada 91.295 kasus infeksi baru dalam 24 jam hingga 20.30 Kamis malam,” lapor  Johns Hopkins University.

Dengan penambahan itu berarti AS telah mencatatkan 8,94 juta kasus virus korona sejak awal pandemi dan angka itu merupakan yang terbanyak jika dibandingkan negara manapun di dunia.

Dalam periode 24 jam yang sama, tercatat ada 1.021 orang meninggal akibat Covid-19 di AS sehingga total kematian negara itu mencapai 228.625 kematian dan angka itu pun merupakan jumlah korban jiwa tertinggi yang tercatat di dunia.

 

Transfer Pasien

Pada saat bersamaan di daratan Eropa dilaporkan bahwa Uni Eropa (UE) akan mendanai transfer pasien Covid-19 lintas batas senilai 220 juta euro.

“Transfer pasien itu dimaksudkan agar negara-negara anggota yang terkena dampak paling parah bisa mengirimkan pasien Covid-19 ke negara tetangga yang masih memiliki cadangan tempat tidur di rumah sakit,” kata ketua UE, Ursula von der Leyen, Kamis.

Berbicara usai konferensi video dengan 27 pemimpin UE, Von der Leyen meminta Brussels untuk mengumpulkan data virus korona demi alokasi dana bisa terserap secara efektif.

Transfer pasien lintas batas ini merupakan bagian dari seruan kerja sama untuk menghadapi datangnya gelombang kedua pandemi korona di Eropa, walau di sebagian negara Eropa ada yang telah menutup perbatasan.

Menurut juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel, bahwa pemimpin Jerman itu telah  mengatakan kepada para pemimpin bahwa pendekatan Eropa yang terkoordinasi ini sangat penting dalam memerangi pandemi.

“Khusus untuk Jerman, sebagai negara di tengah-tengah Eropa, penting agar perbatasan tetap terbuka, agar roda ekonomi yang berputar dan kita secara bersama-sama memerangi pandemi,” kata dia.

Menanggapi soal koordinasi, Von der Leyen, seorang ahli epidemiologi akademik sebelum terjun ke politik Jerman, mengatakan pengujian besar-besaran akan menjadi kunci untuk melewati krisis dan meminta negara-negara UE untuk mengadopsi standar bersama untuk pengujian antigen yang cepat.

“Dengan adanya standar pengujian ini akan memungkinkan kita untuk saling mengakui hasil tes di seluruh Uni Eropa dan itu tentu saja amat penting terutama saat perjalanan penting sedang berlangsung," pungkas Von der Leyen. SB/AFP/I-1

 

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment