ART Filipina Torehkan Prestasi di Liga Kompetisi Kriket Hong Kong | Koran Jakarta
Koran Jakarta | November 27 2020
No Comments

ART Filipina Torehkan Prestasi di Liga Kompetisi Kriket Hong Kong

ART Filipina Torehkan Prestasi di Liga Kompetisi Kriket Hong Kong

Foto : AFP/Peter PARKS
Foto Bersama - Tim kriket SCC Divas yang anggotanya terdiri dari para asisten rumah tangga (ART) asal Filipina, berfoto bersama sebelum memulai pertandingan dengan lawan tim Hong Kong Cricket Club Cavaliers pada 8 November lalu. Walau berprofesi sebagai ART, kemahiran anggota tim SCC Divas dalam olahraga kriket ini amat disegani lawan-lawan mereka di Hong Kong.
A   A   A   Pengaturan Font

Setelah selama sepekan berkutat dengan aktivitas memasak dan bersih-bersih di rumah majikan yang sempit, sejumlah asisten rumah tangga (ART) asal Filipina menggunakan waktu libur mereka pada setiap hari Minggu dengan melakukan aktivitas hobi yang tak biasa yaitu melakukan latihan olahraga permainan kriket.

Walau awalnya mereka tak memiliki latar belakang tentang kriket serta minim waktu latihan dan hanya memiliki waktu yang amat terbatas, ternyata saat berada di lapangan, para ART yang tergabung dengan tim kriket SCC Divas ini amat mahir dalam olahraga permainan ini.

Saat ini SCC Divas bahkan tak lagi dipandang sebelah mata apalagi setelah tim ini secara mengejutkan memenangkan dua kali liga persiapan Hong Kong dalam dua musim pertama mereka dan tim ini tak terkalahkan sejak naik ke divisi utama tahun ini.

Sepanjang prestasi yang telah ditorehkan SCC Divas selain mengguncang kancah kompetisi kriket Hong Kong yang minim persaingan, ternyata mereka juga telah menginspirasi terbentuknya tim kriket putri nasional pertama Filipina dimana tujuh pemain SCC Divas tergabung dalam tim nasional itu.

“Kami semua para asisten rumah tangga. Beberapa adalah pemain baru yang bahkan baru pertama kali sepanjang hidupnya memegang bola kriket,” kata Josie Arimas, 52 tahun, kapten dan salah satu pendiri SCC Divas.

Berlatih memukul bola di Po Kong Village Cricket Ground yang memiliki pemandangan perbukitan hijau dan gedung pemukiman, merupakan hal yang cukup memuaskan hati para anggota tim Divas karena aktivitas itu jauh dari keseharian profesi mereka sebagai ART.

Sebagian besar dari anggota tim Divas bekerja mulai jam 6 pagi hingga tengah malam selama 6 hari dengan mengerjakan bersih-bersih, belanja kebutuhan sehari-hari, dan menjaga anak-anak majikan mereka agar bisa memberikan penghidupan bagi anak dan keluarga mereka di Filipina.

“Mereka amat jarang berisitirahat dan amat tangguh,” tutur Arimas.

Bisa melakukan aktivitas hobi walaupun itu merupakan hal yang asing seperti bermain kriket, sudah merupakan kepuasan tersendiri bagi mereka karena melakukan aktivitas apapun jadi peluang untuk melarikan diri dari kepenatan hidup sehari-hari. Hal itu dialami salah satu anggota tim Divas bernama Liza Avelino.

“(Bermain kriket) justru membuat saya bisa santai dan menjadikan hari libur saya amat berharga,” ucap Avelino. “Senang rasanya bisa beraktivitas dan kita bisa melupakan semua ketegangan, masalah dan apapun itu,” imbuh dia.

 

Dikagumi Lawan

Kemahiran tim kriket SCC Divas diakui oleh lawan tanding tuan rumah dalam kompetisi di Hong Kong yaitu tim Hong Kong Cricket Club Cavaliers.

Berbeda dengan SCC Divas, latihan yang diberikan pada tim Cavaliers disokong secara penuh oleh Hong Kong Cricket Club. Sementara kemahiran yang diperoleh tim kriket SCC Divas hanya diasah dari permainan bisbol yang amat populer di Filipina.

Karena setiap lemparan bola selalu berhasil dipukul dengan tongkat kriket, tim SCC Divas selalu berhasil meraih kemenangan telak atas lawan-lawannya dan kemenangan mereka mendapat sorakan dari rekan-rekan pekerja migran dari Filipina yang kerap menyaksikan pertandingan kriket dari pinggir lapangan sambil berpiknik.

“Mereka amat bersemangat bermain kriket dan selalu menang, padahal mereka hanya punya satu hari libur untuk latihan dan bertanding. Ini amat menakjubkan,” komentar Tracy Walker, kapten tim Cavaliers.

Komentar juga datang dari direktur pengembangan kriket Hong Kong yang juga salah satu pemain dari tim Cavaliers bernama Alvina Tam. “Tim SCC Divas telah menambahkan elemen semangat baru dalam dunia olahraga di kota kami yang didominasi oleh kaum ekspatriat dan komunitas dari Asia selatan,” ucap Tam.

“Apa yang mereka bawa dalam kompetisi kriket putri di Hong Kong adalah rasa persatuan, kerja sama dalam tim serta saling bantu, dan pada saat yang sama mereka masih bisa mempertahankan sikap yang sangat bersahabat terhadap lawan. Saya pikir itu adalah sikap sportivitas yang sangat bagus," imbuh dia.

Sementara menurut anggota tim SCC Divas, berpisah dari keluarga mereka dan tinggal di perantauan justru semakin menempa keakraban antara sesama pekerja migran. “Ini bukan semata melakukan aktivitas olahraga, namun juga kesempatan bagi bertemu dengan keluarga besar pekerja migran. Kami semua amat dekat bagaikan memiliki pertalian keluarga atau persaudaraan antara sesama kaum perempuan,” ucap Avelino.

“Berada jauh dari kampung halaman dan bertemu dengan sekelompok orang yang memiliki profesi sama itu sangat membesarkan hati. Kami menyukainya dan kami selalu berharap dapat melakukannya pada hari Minggu," pungkas dia. AFP/I-1

 

 

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment