Angka Kematian Covid-19 Mencapai 300 Kasus | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 28 2021
No Comments
Pencegahan Korona I Istana Kepresidenan Tegur Raffi Ahmad

Angka Kematian Covid-19 Mencapai 300 Kasus

Angka Kematian Covid-19 Mencapai 300 Kasus

Foto : Sumber: Covid19.go.id
A   A   A   Pengaturan Font
Jumlah pasien yang meninggal akibat Covid-19 tercatat 302 kasus, pada Selasa (12/1). Kemudian, pada Rabu (13/1) terdapat 306 kasus kematian.

 

JAKARTA – Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, meminta se­luruh pihak memiliki tang­gung jawab bersama dalam meredam pandemi Covid-19 dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Kita semua harus bertang­gung jawab, bukan hanya me­ningkatkan disiplin diri kita sendiri, tetapi orang-orang di sekitar kita untuk selalu patuh kepada protokol kesehatan,” kata Doni dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Ka­mis (14/1).

Doni mengingatkan ang­ka kematian pasien Covid-19 makin bertambah. Dalam be­berapa hari ini, angka kema­tian Covid-19 mencapai 300 kasus. Jumlah pasien yang meninggal akibat Covid-19 tercatat 302 kasus, pada Selasa (12/1). Kemudian, pada Rabu (13/1) terdapat 306 kasus ke­matian.

“Dalam beberapa hari ter­akhir sudah di atas 300 angka kematian per hari. Kita tidak ingin angka kematian ini men­jadi lebih tinggi,” kata Doni.

Karena itu, Doni meminta masyarakat tidak menyamp­ingkan gejala-gejala Covid-19. Ia mengimbau masyarakat yang merasa mengalami ge­jala Covid-19 untuk segera mendapatkan perawatan di puskesmas dan klinik.

“Sekecil apa pun geja­la yang terjadi harus segera mendapatkan perawatan oleh puskesmas dan fasilitas klinik yang ada di daerah, agar bisa sesegera mungkin tertangani dengan baik,” ujarnya.

Doni juga mengingatkan terhadap peningkatan kasus aktif Covid-19, yakni sebesar 130 persen dalam dua bulan terakhir. Kasus aktif adalah jumlah pasien positif Co­vid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri. Kasus aktif Covid-19 di Indonesia men­capai 129.629 hingga Rabu (13/1).

Doni menjelaskan kenaik­an kasus aktif Covid-19 ini sa­ngat mencolok apabila diban­dingkan pada awal November 2020, kasus aktif masih berada di kisaran 54.000 kasus. Ia me­ngatakan kenaikan kasus ak­tif ini disebabkan faktor libur panjang dan kejenuhan dari masyarakat menerapkan pro­tokol kesehatan.

“Selain libur panjang ada­lah faktor kejenuhan, kelela­han, dan juga berbagai faktor lainnya yang menembus ba­tas psikologis masyarakat kita, ada kecenderungannya mu­lai menganggap abai tentang protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Istana Kepresidenan menegur Raffi karena kedapatan melanggar protokol kesehatan, beberapa jam setelah menjalani vaksin­asi Covid-19 bersama Presi­den Joko Widodo.

Kepala Sekretariat Presi­den, Heru Budi Hartono, me­ngatakan pihaknya telah ber­komunikasi dengan Raffi agar kembali menerapkan protokol kesehatan.

“Sudah diingatkan kembali oleh tim komunikasi Covid-19 untuk tetap pakai masker, cuci tangan, jaga jarak,” kata Heru.

Dalam sebuah acara di ke­diaman dari pembalap Mu­hammad Sean Ricardo Gelael, sejumlah selebritas dan peso­hor hadir, mulai dari Raffi Ah­mad, Once, Gading Marten, hingga Ahok.

Kisruh ini bermula ketika selebgram Anya Geraldine mengunggah foto di Insta­gram Story pada Rabu (13/1) malam. Dalam foto itu, terli­hat Raffi, Nagita Slavina, Anya, pembalap Sean Gelael, dan Gading Marten, berpose ber­dempetan tanpa mengenakan masker.

Raffi Ahmad termasuk personal yang memperoleh kesempatan divaksin pada kesempatan pertama, lantar­an dirinya dianggap mewakili anak muda, yang jumlahnya menurut data demografi men­capai 35 persen dari keselu­ruhan populasi penduduk In­donesia.

Diharapkan kelompok yang jumlahnya signifikan ini bersedia menerima vaksinasi tanpa ragu, lewat keteladanan Raffi, dalam mengendalikan penularan, yang lajunya ma­kin tinggi. n jon/Ant/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment