Kamis, 30 Oktober 2014     
   
  
 
Industri
  |  Kamis, 23 Januari 2014  14:06:05
dibaca 865 kali
Kejahatan Komunikasi Data | Varian “Malware” Terbaru Lumpuhkan Fungsi Komputer
Internet Jadi Ladang Penipuan

Foto: ISTIMEWA

Ketika SMS dipenuhi dengan spam yang memiliki motivasi sedot pulsa, penipuan, dan promosi, internet kini juga dipenuhi dengan aneka serangan. Jika dulu serangan olah para peretas internet bermotivasi menguji ketahanan keamanan kini motifnya lebih luas lagi.

Ancaman dunia maya pada 2013 mengalami peningkatan cukup drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Ancaman ini akan terus berlanjut pada 2014. Bahkan, ancamannya semakin berbahaya karena menyangkut data pribadi juga kata sandi (password). Dulu serangan kejahatan dunia maya sekadar kecepatan PC menjadi lemah atau merusak tampilan laman dan menghilangkan data.

“Cyber crime harus diwaspadai, dulu serangannya sekadar PC lemot dan data hilang sekarang data dicuri dan terjadi penyalahgunaan password,” kata Managing Director Kharisma Inside Mandiri Sejahtera , Rita Lim, seusai peluncuran McAfee Internet Security 2013 di Jakarta, Senin (20/1). Motivasi kejahatan maya kini telah berubah.

Motivasi “merampok” uang dari para pengguna internet dan juga menipu dengan menggunakan akun orang lain kini menjadi paling dominan. Selain itu, gangguan dengan menggagalkan layanan server juga menjadi motivasi dari penjahat. Pada tahun mendatang kejahatan maya akan menyerang lembaga keuangan, dengan menginfi ltrasi akses keuangan secara publik dan online.

Oleh karenanya, dia berharap lembaga keuangan perlu ekstrawaspada. Pengguna internet yang makin banyak juga menjadi sasaran dari penjahat maya. Pasalnya, banyak pengguna internet yang memiliki perilaku abai dan tidak menyadari akan serangan internet. Akun internet mereka mudah dibajak karena kata sandinya mudah dikenali karena terlalu mengekspos diri (over exposure).

Era bring your own device (BYOD), menurut Rita, harus dibarengi dengan kesadaran terhadap pengamanan informasi akan menjadi potensi sumber ancaman yang bakal mengganggu perusahaan. “Tapi sayangnya karyawan tidak melakukan apa pun untuk mengamankan data perusahaan yang tersimpan dalam devices mereka. Parahnya, perusahaan juga tidak mempunyai prosedur kontrol terhadap devices mereka,” tambahnya.

Apa yang terjadi bila perangkat milik salah satu personel perusahaan hilang, tercuri, atau apa pun yang menyebabkan perangkat berpindah tangan kepada mereka yang berniat jahat, maka akan menjadi ancaman bahaya bagi perusahaan. Kejahatan maya, tahun lalu, memang sudah sampai pada tahap membahayakan bisnis perusahaan.

Menurut hasil Norton Report 2013, sebanyak 39 persen pengguna jejaring sosial tidak me-log out akun mereka, sebanyak 25 persen memberi tahu password kepada orang lain, dan 31 persen berteman dengan orang asing yang tidak dikenalnya secara langsung. Ketidakwaspadaan pengguna internet terhadap potensi serangan membuat angka kerugian meningkat.

Laporan Norton Report 2013 kepada 13.022 responden menyebutkan korban kejahatan jumlahnya kini meningkat 38 persen. Para korban mengalami kerugian materi yang angkanya cukup tinggi yaitu 298 dollar AS atau 3,38 juta rupiah pada 2013 dari 197 dollar AS atau 2,23 juta rupiah saja pada 2012. Product Marketing Manager for Consumer and Small Business Symantec Wilayah Asia Selatan, Philip Routley, mengatakan penjahat maya memanfaatkan kelemahan para pengguna internet dengan cara menyebarkan ransomware dan spear-phising.

“Kedua cara ini memberikan lebih banyak uang per serangan dari sebelumnya,” ujar dia Jakarta, beberapa waktu lalu. Ransomware merupakan tipe program jahat (malware) yang sanggup melumpuhkan fungsi komputer. Setelah komputer lumpuh penjahat menghubungi pengguna untuk memeras dengan membayar uang tebusan jika ingin komputernya kembali berfungsi kembali.

Sementara itu, spear phising adalah serangan dengan cara mengirim e-mail ke karyawan perusahaan, organisasi, atau kelompok tertentu. Pesan e-mail yang datang seakan resmi dari perusahaan atau organisasi yang bekerja sama dan meminta mengunduh sesuatu dan meminta user name dan password.

Norton Report menyebutkan 49 persen konsumen pengguna perangkat mobile menciptakan risiko keamanan yang sama sekali baru bagi perusahaan. Penjahat memiliki potensi untuk mengakses informasi yang bahkan lebih berharga. Risiko bagi perusahaan tinggi karena 63 persen dari mereka yang telah disurvei memiliki smartphone dan 30 persen memiliki tablet yang terhubung dengan internet.

Pengguna juga tidak melakukan pencegahan dasar seperti menggunakan password, memiliki software keamanan, atau mem-backup file dari perangkat mobile mereka. Symantec’s Consumer Sales Manager for Indonesia, Rita Nurtika, menuturkan kesadaran konsumen untuk menjaga smartphone dan tablet mereka masih rendah. “Ini seperti halnya memiliki sistem alarm, tapi meninggalkan mobil tidak dikunci dengan jendela terbuka lebar,” ujarnya.

Kesadaran Rendah

Di tengah rendahnya kesadaran untuk menjaga dan melindungi perangkat komputer, tablet, dan ponsel, ternyata serangan juga mengalami peningkatan. Riset Kaspersky Security Network (KSN) mencatat adanya 200 ribu sampel malware baru bermunculan setiap harinya, naik dari tahun lalu yang hanya 125 ribu per hari. Mereka, para penjahat maya, memanfaatkan malware untuk mengeruk keuntungan hingga jutaan dollar.

“Mereka juga menggunakan trojan canggih dan phishing untuk membajak akun bank online dan profi l jejaring sosial calon korban mereka,” ujar Channel Sales Director Kaspersky Lab Asia Tenggara, Jimmy Fong, di Jakarta, beberapa hari lalu. Ancaman untuk mendapat mencuri kredensial perbankan online dan detail fi nansial penting lainnya tidak harus baru atau canggih. Ancaman Trojan ransomware bisa memblokir akses ke komputer dan menuntut bayaran untuk “membuka” komputer korbannya. hay/E-6

BERITA TERKAIT

Indosat Raih Penghargaan MURI
Operator Enggan Kembangkan Layanan
SpeedUp Kenalkan Modem Dan Mifi 4G
Generasi Y Menolak BYOD
Pasukan "Garuda Muda" Dekati Juara


BERITA PILPRES


Titan Nobatkan Fahry Albar Jadi “Brand Ambassador”
Jika Tak Ada Pemilihan Langsung Tak Akan Ada Jokowi
Megawati Ingatkan Jokowi Penuhi Janjinya pada Rakyat
Hakikat Oposisi Adalah Mengawal Kebijakan Pemerintah
JK: Kenaikan BBM Bergantung pada Pemerintahan Sekarang


Hubungi Kami Kanal Koran Jakarta Manajemen Follow Us